Skip navigation

I think: how lucky it is, to be able to say “I hate you today, really hate you!” or just to leave someone in the crowd. Without having to be afraid of anything.

Because you know his feeling for you won’t change. And that tomorrow, under the rain that’s pouring down, he’ll stand up at your door, saying “I’m sorry for yesterday.”

And you’ll forgive him.

It’s just that easy. :)

-buat dua orang yang sedang bertengkar.. cepet baikan ya..

Advertisement

22 Comments

  1. i love the part “under the rain that’s pouring down”

    itu akan menjadi perdamaian yang sangat manis.. hehehehe *ngayal*

    ayow ayowww… semoga cepat akur yah, smangaaaaadds!

    • :) saya juga suka.. hehe..

      and wishing for that kind of thing to happen in my life, too :P
      :oops:

  2. kayaknya itu perasaan paling nyenengin deh, bisa ngeluarin semua apapun dan tetep tau ntar juga baikan lagi hahahahaha ….
    mungkin kayak gini ni cikal bakal kejujuran total
    dan kita tau sebete-betenya ma dia toh ternyata kita ga bisa bete lama2 hahahahahhaha

    nb: itu tadi salah, yang pake id fadeli. komputernya dipake bareng aku ma adikku so identitasnya lupa belum aku ganti. yang satunya dihapus aja ya chang’e :-)

    • Iya, Nadi.. :)

      An honest relationship.. How lucky they who have it..

  3. pertengkaran tidak selamanya berarti buruk, bisa menjadi semacam sistem untuk “menyegarkan” kembali sebuah hubungan

    ayo…ayo…saling menyilangkan jari kelingking, dan berkata : “baekan…..” :-)

    • Iya, Pak Heri ^_^

      there’s hope there. and fear, too.

      I learn about this in a crazy/beautiful way..

  4. :-)

    kok tiba2 jadi bikin aku kangen ya??

    • wah, kangen sama siapa, pak afri?
      deu, ada yang kangen :D

  5. “or just to leave someone in the crowd. Without having to be afraid of anything.”

    kayanya saia pernah diperlakukan spt itu…

    dan saia tersentuh baca tulisan ini
    *mata agak berkacakaca dan senyum miris tersungging…

    • -chang’e cuma bisa tersenyum membaca ini.. -

      dan heaves a little sigh

  6. iyaaa, itu aku semua. thank you Dear, for the writing.

    soalnya ya… aduh takutnya buka aib orang ;p

    sudahlah, aku udah baikan sama si Bapak kok. tapi kalo kejadian lagi, aku ga akan ragu for leaving him again in the crowd going somewhere only i know and not telling him, hihihi

    *this time i’m serious*

  7. oke !

    deal.

  8. waaah… udah baikan kok masih ngancem gitu dy, hihihi…

    hatiku hangat membaca kisah ini. manis.. selamat ya untuk dyah dan udinnya ^^

  9. hihihi, daripada ntr kembali terulang-terulang-terulang :D ~~

    maaf ya Janem, mwah ;p

    • iya.. diancem.

      maaf.. semoga ga terulang lagi.

  10. hihihihi lucu… :-D

    ah.. kalian…

  11. pak udin dapat sebuah ultimatum, dan kecupan dari nyonyah, suit…suiiitttt…..manisnyah

    *gedubraks tuink-tuink*

    • saia jadi malu..

      *tersapusapu ke pojok ruangan…

  12. hahaha.. ini jadi lucu :lol:

  13. terkadang emang lebih enak marah sama orang yang kita sayangi, soale tahu kalau sayangnya mereka ndak akan hilang.

    good post mas.

    • tunggu sebentar..

      mas?

      hahaha, saya lebih senang kalo dipanggil mbak saja, terima kasiih.. :D

  14. hemm…
    jadi bisa ditarik kesimpulan kalau mas udin sama mbak dyra itu sepasang tuan dan nyonya yang abis marahan?

    * ampun pak udin, qeqeqe


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.