ternyata tanpa kusadari ketakutan-ketakutan paling dalam yang masih tersimpan dalam benak dan hatiku itu menghancurkan bukan hanya hatiku sendiri, tapi juga dirinya.
perasaan bersalah itu sangat tidak menyenangkan.
kamu nggak harus bertanggung jawab atas semua hal yang terjadi. jika seseorang tak bahagia, itu bukan kesalahanmu sepenuhnya. ia juga mengambil bagian dari ketidakbahagiaan itu. happiness, is a choice. kamu tahu itu, kan?
kurasa aku memang harus lepas dari semua itu. bukan kenangan, tapi dampak yang telah ditimbulkan darinya. harus melepaskan kepahitan hati. setelah itu, barulah aku bisa disebut lepas dari masa lalu.
never knew that this, too, will affect you like that.
and because you are precious to me, I don’t want this demons on my back get in the way and let us fall into pieces.
I will get over it.
I am learning to believe.
in you, in myself, in what I see.
please carry on and don’t ever disappear on me.
4 Comments
jangan hentikan diri kita untuk bahagia. percayalah, bahwa kita pun berhak untuk bahagia. kita harus belajar dari Tibby
cihuyy … keren euy
ayoo kamu bisa
suka sama yang ini…
yes happiness is a choice.
sama kayak merasakan manis atau pahit.
sama kayak memilih sisi yang terang atau gelap. to get a highlight or just stay in a shade.
daaaaan…bahkan perasaan terluka pun juga pilihan.
kita yang memilih dan mengijinkan seberapa dalam luka itu menyayat. seberapa lama luka itu mau disembuhkan.
sama juga kayak perasaan bersalah…
aneh ya?? semua tampak seperti terlalu banyak pilihan.. *serius mode-on*
smangat, bee!!!!